Suara.com – Pelatih Timnas Jepang , Hajime Moriyasu , memuji semangat juang pasukannya setelah sukses melaju ke final Piala Asia 2019 pasca menggilas Iran 3-0 pada laga semifinal di Stadion Hazza bin Zayed, Al Ain, Uni Emirat Arab, Senin (28/1/2019) malam WIB. Ini merupakan final kelima Jepang di pentas Piala Asia sejak 1992.

“Iran memiliki hasil yang bagus sebelumnya dan kami tahu mereka akan menjadi lawan yang sangat tangguh di semifinal ini,” buka Moriyasu, yang juga sukses memimpin Jepang ke final cabor sepakbola Asian Games 2018 lalu di Indonesia, seperti dilansir Fox Sports.

“Tetapi para pemain telah mempersiapkan diri dengan baik dan mereka menunjukkan semangat juang yang hebat. Saya sangat mengagumi semangat juang para pemain saya di laga lawan Iran ini,” lanjut juru taktik berusia 50 tahun itu.

Brace dari Yuya Osako di menit 56 dan 67 (penalti) serta satu gol telat dari Genki Haraguchi (90+1) membawa Jepang ke partai final. Di laga puncak yang akan dihelat Jumat (1/2/2019) nanti, Tim Samurai Biru akan menghadapi pemenang laga antara Uni Emirat Arab vs Qatar.

“Kami memiliki pola pikir penantang dan itu memberi kami kemenangan hari ini. Suasananya seperti pertandingan tandang bagi kami, tetapi ada banyak pendukung Jepang dan banyak orang di rumah yang mendukung kami juga. Saya senang para pemain bisa menunjukkan semangat untuk berjuang dan memberikan hasil yang baik,” tutur Moriyasu.

Kemenangan atas Iran berarti Jepang mempertahankan rekor sempurna mereka di Piala Asia 2019 ini. setelah mengalahkan Turkmenistan, Oman dan Uzbekistan di fase grup sebelum menyingkirkan Arab Saudi dan Vietnam di fase gugur.

Pada babak-babak sebelumnya itu, Moriyasu sejatinya tidak selalu menampilkan sepakbola menyerang khas Samurai Biru, sehingga Jepang di setiap pertandingan hanya menang dengan selisih satu gol.

Namun, penampilan Jepang berbeda ketika menghadapi Iran di semifinal. Yuto Nagatomo dan kolega tampil klinis dan agresif terutama di babak kedua. Tiga gol yang mereka ciptakan di paruh kedua membuktikan hal tersebut.

“Saya tidak berpikir kami telah berubah dibandingkan dengan cara kami bermain di pertandingan sebelumnya, tetapi apa yang pemain kami lakukan hari ini adalah, dengan menghormati dan mengetahui lawan kami, kami mencoba tampil sebaik mungkin secara individu dan sebagai tim serta bermain untuk hasilnya,” jelas Moriyasu.

“Iran tampil begitu superior di babak-babak sebelumnya. Mengetahui bahwa Iran memiliki serangan yang kuat dan fisik yang kuat, para pemain tampil agresif dan menunjukkan banyak semangat juang. Itulah bedanya, kami mencoba gigih memenangkan perebutan bola,” terangnya.

“Hari ini kami bisa menjadi agresif dalam serangan dan pertahanan, tetapi kami sabar dalam bertahan dan kami dapat menghentikan serangan Iran,” tandas Moriyasu.